Dalam masyarakat Indonesia banyak sekali berkembang mitos
diberbagai sisi kehidupan, termasuk mitos tentang buah hati. Semoga artikel ini
bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kita akan mitos-mitos yang berkembang
dimasyarakat.
1. * Embun mempercepat bayi berjalan
Sampai sekarang banyak orang tua beranggapan bahwa dengan
mengoleskan air embun dilutut bayi, maka ia akan cepat bisa berjalan. Kegiatan ini
dilakukan tiap pagi sampai si bayi bisa berjalan.
Fakta:
a.Secara medis-biologis
Embun pagi adalah air yang berasal dari
kabut di pagi hari. Kabut berasal dari kadar air yang terkandung dalam udara. Kadar
air (dalam wujud uap) berkondensi atau menjadi kabut karena suhu udara yang
dingin (coba buka freezer kulkas, ada kabutnya kan?). karena kenaikan suhu
titik-titik kabut menyatu dan menempel di dedaunan.
Kandungan embun sama seperti hujan H2O(air)
dan beberapa senyawa penyerta ( karbon dioksida, debu, beberapa senyawa asam). Sebagaimana
air hujan, kadar polutannya tinggi sehingga tidak baik bagi kesehatan. Karena itu
bagi bayi yang sensitive kulitnya embun tidaklah baik.
Bayi bisa berjalan bila tulang dan otot
betis dan pahanya telah tumbuh kuat. Kekuatan ini dipengaruhi oleh genetika dan
nutrisi. Faktor nutrisi yang terpenting adalah kalsium, energi, dan protein.
b.Secara akidah
Tidak ada kaitannya antara anggapan ini
dengan akidah.
Kesimpulan:
Embun tidak memiliki pengaruh terhadap
kekuatan otot dan tulang bayi. Bayi akan berjalan jika tulang dan ototnya sudah
kuat, kekuatan ini muncul secara alami.
1. * Memiliki pusaran rambut (unyeng-unyeng) dua
berarti nakal.
Sebagian bayi terlahir dengan pusaran
rambut lebih dari satu ( biasanya dua). Jika bayi memiliki dua pusaran rambut,
maka orang- orang akan waspada karena dipastikan anak ini akan tumbuh menjadi
anak nakal.
Fakta :
a.Scara psikologis
Anak yang telah mendapat cap nakal (labeling) dapat mengalami perubahan
mental. Ia merasa divonis hidupnya hidupnya dan dibedakan dengan orang lain. Ada
dua kemungkinan dalam hal ini: jika ia kuat, ia akan menyerang, mewujudkan
labeling itu. Ia tumbuh semakin nakal karena sudah terlanjur basa dicap nakal. Dan
jika ia tidakkuat, ia akan minder dan merasa rendah diri,menjadi anak cengeng
karena merasa selalu dituduh, dipojokkan dan kurang berguna.
b.Secara medis
Pusaran rambut adalah titik tengah persebaran dan pertumbuhan rambut. Seberapapun
jumlah pusaran, tidak ada hubungannya dengan otak atau sarafnya.
Seseorang nakal atau tidak ditentukan oleh pola asuh atau didikan dan
lingkungannya.
c.Secara akidah
Allah tidakpernah mentakdirkan prilaku denganpetunjuk melalui rambut. Semua
anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Orang tualah yang menjadikannya
nasrani, yahudi, atau majusi. Jadi,anak nakal (menurut islam) adalah hasil
didikan orang tuanya juga.
Seorang muslim tidak boleh mempercayai atau meramal kejadian seseorang
dimasa mendatang.
*Sumber:
menyelamatkan buah hati, kumpulan artikel ilmiah, pustaka jihada, 2005.
Sudah saatnya anak kita untuk masuk sekolah? Kita pun sudah mulai mencari informasi, sekolah
mana yang memberikan pendidikan sesuai dengan keinginan kita. Tetapi
seringkali orang tua bingung menentukan pilihan. Memilih sekolah memang
gampang-gampang susah. Kita sebagai orang tua harus jeli dan paham apa
kebutuhan anak. Berikut tips yang bisa membantu Anda memilih sekolah
untuk si kecil :
1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang sekolah si kecil
Lebih baik mendatangi “calon” sekolah, secara langsung daripada
mencari informasi dari pihak ketiga. Dengan datang langsung kita akan
mengetahui visi dan misi serta program apa saja yang ditawarkan sekolah.
Paling tidak akan lebih memastikan bahwa sekolah tersebut memiliki visi
dan misi yang sama atau mendekati visi dan misi keluarga kita 2. Sebaiknya melibatkan Anak.
Kita harus menyadari bahwa anaklah yang akan bersekolah. Jadi anak
perlu diajak diskusi dalam menentukan pilihan. Tetapi tetap dalam
pengarahan orang tua. Jika anak kita seusia Play Group atau TK, cukup
diberikan pengenalan dengan mendatangi sekolah yang menjadi pilihan.
Lihat bagaimana animo dan ekspresi mereka. Terutama ketika sekolah
tersebut sedang ada aktifitas, sehingga si kecil bisa melihat apa saja
aktivitasnya ketika berada di sekolah
3. Berkenalan dengan para guru.
Guru juga menjadi pertimbangan utama dalam memilih sekolah. Dari
percakapan dengan pihak sekolah bisa kita amati bagaimana cara mereka
melayani pertanyaan kita. Dan sebaiknya kita memperhatikan pada saat
mereka mengajar dan berinteraksi dengan murid-murid. Hal ini sangat
diperlukan terutama bagi anak seusia Playgroup atau TK.
4. Mencari referensi.
Ada baiknya kita memperoleh referensi dari beberapa teman atau saudara yang putra-putrinya pernah bersekolah di tempattersebut 5. Melihat jarak dan dan sistem transportasi.
Kita juga harus mempertimbangkan apakah jarak antara rumah dengan
sekolah cukup dekat maupun jauh. Jika menggunakan transportasi umum,
apakah kendaraan umum tersebut mudah diperoleh atau malah sulit. Jarak
yang cukup jauh dari rumah ke sekolah dapat menguras energi anak
sehingga si kecil akan kecapaian, dan akibatnya tidak dapat
berkonsentrasi dengan baik.
6.Biaya yang diperlukan
Sebaiknya kita jeli menghitung antara kemampuan keuangan kita dengan
biaya sekolah si kecil. Kita tidak perlu memaksakan diri memilih sekolah
yang mahal, apabila tidak sesuai dengan kemampuan kita. Kita harus
membuat perencanaan yang matang sebelum memutuskan akan memilih sekolah
yang mana. Syukur-syukur kita bisa menemukan sekolah yang berkualitas
dengan biaya yang relatif terjangkau
Semoga dapat memilih sekolah yang sesuai, si kecil senang, ibu pun tenang.
Marah..yah, marah itu sering kita alami dalam mengarungi kehidupan
ini. bahkan terkadang secara tidak sadar kita dikuasai oleh’marah’.Marah
adalah timbul akibat dari human aggressive dari diri kita.
Dorongan marah itu bisa berasal dari dalam diri kita ataupun dari luar
diri kita. Misalnya akibat adanya suatu kesalahan dan ketidakpuasan kita
terhadap sesuatu ataupun adanya suatu ancaman terhadap diri kita
ataupun justru adanya provokasi dari luar diri kita. Pada konteks marah
terhadap anak kecil kita. Kita tahu bahwa anak kecil adalah seorang
anak yang masih berada pada proses learning.Biasanya yang mereka
lakukan adalah dengan meniru. Sehingga apabila mereka melakukan sesuatu
dan kemudian kita anggap salah maka mereka akan menirunya. Seorang
anak yang menumpahkan air ataupun memecahkan gelas, ataupun seorang
anak yang malas belajar, dan lain sebagainya, kemungkinan akan memicu
kemarahan kita. Tetapi sebetulnya tidak tepat kita kalau kita harus
marah. Kenapa ??karena anak kita akan belajar dari kita. Walaupun kita
sadar sesadar-sadarnya bahwa marah itu tidak baik. Tetapi betapa
sulitnya kita melakukannya. Tapi kita harus coba. Berarti pula kita
harus harus menekan ego kita dihadapan anak kita.Lalu apa yang harus
kita lakukan. Hal-hal di bawah ini mungkin dapat dilakukan.
tekan ego kita sebaik-baiknya ketika kita berhadapan dengan anak kita. Memang sulit tetapi bukan berarti tidak bisa.
Netralisirlah
hati kita sendiri sebelum kita berhadapan dengan mereka, upayakan
untuk mencari tahu apakah diri kita sedang berada dalam kondisi yang
labil. Kalau hal tersebut sedang terjadi pada diri kita lebih baik
tunda untuk berbicara dengan anak daripada dengan kemarahan.
kita
harus ingat bahwa rumah adalah tempat belajar mereka. Bagaimana dia
diajarkan maka di situ pula dia akan menyerap. Jadi stop amarah, karena
mereka akan menirunya dan akan memperlakukan orang lain sama dengan
kita memperlakukannya. Tidak rela kan?
bertanyalah pada diri
anda sudah terpenuhikah kebutuhan dasar anda dengan baik. Kebutuhan
dasar yang meliputi makan dan minum yang sehat, istirahat yang cukup
dan olahraga yang teratur.Karena kalau kebutuhan dasar ini terpenuhi
dengan baik maka akan lebih mudah membuat tenang dan berkepala
dingin.Ini terkadang tidak kita sadari juga karena bertumpuknya
pekerjaan misalnya, atau kita sedang dalam kondisi tidak sehat dan lain
sebagainya
tarik nafas panjang dan berdoa kepada Sang Pencipta, niscaya hal ini dapat mengurangi marah anda.
berhitunglah
1-10 supaya kita dapat menurunkan emosi kita dan bertanya pada diri
kita, haruskah kita marah dan mengapa harus marah.
Kalaupun
harus marah, ungkapkan dengan tegas tetapi tidak menusuk harga diri
mereka dan menyalahkan. Karena biasanya kita paling mudah menyalahkan
daripada mengakui kesalahan.
Beri penjelasan mengapa anda harus
memarahi mereka dan jangan lupa anda meminta maaf kepadanya. karena
bagaimanapun kemarahan itu akan membuat mereka tidak nyaman.
Anda harus berusaha memiliki stock sabar yang luar biasa. Hal ini harus dilatih.
ingat bahwa semakin anda tidak marah maka anda akan semakin muda dan anak akan bahagia.
Hal-hal
tersebut dapat kita latih. Yang harus kita ingat bahwa keluarga adalah
tempat mereka menimba ilmu. Jangan sampai mereka mencari tempat lain
yang salah nantinya akibat dari luapan kemarahan-kemarahan kita…Selamat
Mencoba…
Ciuman hangat dari kedua orang tua pada si buah hatinya, secara tidak
langsung, dapat mengasah kecerdasan emosi bagi sang anak. Ia
menyebutkan, tidak hanya ciuman, namun pelukan atau belaian dan
kata-kata lembut juga dapat menstimulasi kecerdasan emosi sang anak.
"Yang dimaksud di sini adalah ciuman yang menunjukkan rasa kasih
sayang pada anak. Bisa dilakukan kapan saja, semakin sering maka semakin
baik," kata Rusdiah Agustina SPsi, SPdI, konsultan psikologi anak dan
keluarga.
Selain itu juga pujian, tepuk tangan, atau ucapan terima kasih atas
perilaku baik yang ditunjukkan oleh anak, juga dapat menunjang hal
tersebut. Semua itu, lanjut dia, dapat dilakukan orang tua kepada
anaknya yang usia balita maupun setelahnya.
"Ciuman dan pujian
adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa
sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal
positif.
Dia pun mengatakan, jika sang anak berbuat hal negatif, atau sesuatu yang
membahayakan dirinya maupun orang lain, maka sebaiknya orang tua tidak
serta merta mengeluarkan kata-kata keras atau kasar terhadapnya.
"Berikan dia nasehat dengan bahasa sederhana sambil dibelai atau
dipeluk."
Hal yang paling sulit dalam mengasuh anak untuk disiplin adalah
bagaimana kita sebagai orangtua bisa mengendalikan emosi kita.
Ketidakmampuan kita mengendalikan emosi ini akhirnya muncul dalam bentuk
pukulan atau tindakan fisik terhadap anak kita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita masih belum bisa memahami
hubungan antara tindakannya yang 'nakal' (menurut orangtua) dengan
pukulan yang diterimanya. Anak hanya merasakan sakit karena dipukul
tanpa tahu alasan kenapa mereka dipukul. Kalaupun si anak tidak lagi
melakukan tindakan 'nakal'-nya itu, hal ini bukan karena dia menyadari
kenakalannya, tetapi lebih pada rasa takut akan dipukul lagi. Artinya,
pukulan tersebut sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas
kesadarannya sendiri.
Hukuman yang muncul karena orang tua khawatir kehilangan kewibawaan,
bukan upaya untuk menunjukkan kasih sayang atau melatih anak agar
disiplin pada aturan, melainkan akan menimbulkan reaksi negatif. Anak
akan merasa hukuman sebagai lambang kebencian orang tua kepada mereka.
Arnold Buss seorang psikolog dalam bukunya Man in Perspective
mengingatkan, bila hukuman diberikan terlalu sering dan anak merasakan
hal ini tidak dapat dihindarkan, anak akan membentuk rasa
ketidakberdayaan (sense of helplesness).
Berikut merupakan 8 cara untuk mengajarkan disiplin pada anak:
1. Belajar mengatakan "tidak" secara tegas tapi dengan, penuh kasih
sayang, berwibawa, dan tanpa nada marah. Kemampuan ini akan menolong
Anda dalam mendidik anak sehingga mereka mengetahui, ada batasan dalam
berbuat sesuatu.
2. Selalu bersikap konsisten. Jika Anda telah mengatakan akan ada
tindakan akibat dari perilakunya yang salah, terapkan "hukuman" tersebut
sehingga anak tidak akan pernah mencobanya untuk memainkan Anda.
Sikapnya yang tidak konsisten akan menghancurkan aturan dan disiplin.
3. Fokus dan targetkan satu atau dua perilaku yang harus ditaati
dengan baik pada waktu yang bersamaan. Misalnya, makanan harus
dihabiskan, makanan jangan dibuat mainan. Umumnya akan lebih efektif
untuk mengajarkan anak pada satu atau dua bidang yang terfokus daripada
mencoba untuk mengajarkannya sedikit-sedikit tapi dengan berbagai macam
bidang yang berbeda.
4. Berlakulah seperti "bos" dan jangan malu untuk menjadi bos dalam
membina hubungan dengan anak. Jika tidak, anak cenderung bertindak
semaunya bagaikan anak ayam kehilangan induk dan akhirnya akan
berprilaku negatif.
Anda dapat mengatakan pada anak bahwa anda adalah "bos" mereka. Tentu
saja sebagai bos Anda tidak bertindak otoriter dan semena-mena.
5. Ajarkan anak disiplin, dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan cinta kasih.
6. Berikan anak pilihan-pilihan kecil, semisal baju apa yang ia sukai,
mau wortel atau kacang polong. Setelah menentukan plihan, anak harus
konsisten dengan pilihannya tersebut.
7. Ingat disiplin yang konsisten merupakan hal yang aman dan baik.
Kepatuhan anak merupakan salah satu jaminan agar ia selamat dari bahaya.
Waktu yang terbaik untuk menyiapkan diri dari dalam keadaan bahaya
adalah sebelum Anda berada dalam bahaya.
8. Untuk langkah awal, ajarkan anak dengan cara memfokuskan mereka
agar menurut pada aturan atau disiplin yang Anda buat. Anak sudah cukup
mengerti untuk mempelajari konsep ini.
Hukuman badan secara fisiologis dan psikologis memiliki dampak jangka
pendek dan panjang. Efek fisik jangka pendek misalnya luka memar,
bengkak, dll. Sedangkan dampak fisik jangka panjang misalnya cacat
seumur hidup. Efek psikologis jangka pendek, misalnya merasa marah,
sakit hati, jengkel untuk sementara waktu. Dampak ini tentu lebih ringan
dibandingkan dengan efek psikologis jangka panjang,seperti merasa
dendam yang mungkin sampai bertahun-tahun. Bahkan, Philip Greven dalam
bukunya Spare the Child: The Religious Roots of Punishment and the
Psychological Impact of Physical Abuse menyatakan, efek psikis jangka
panjang itu termasuk disasosiasi bermacam bentuk seperti represi atau
amnesia, pikiran terbelah serta kekurangpekaan perasaan.
Hukuman badan harus dipandang sebagai jalan terakhir. Jalan terbaik
antara lain dengan memberikan teladan yang baik.Dengan demikian si anak
akan mempelajari tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka perbuat.
Metode non-hukuman badan bentuk lain adalah metode time out dengan
mengisolasi si anak dalam ruangan kurang nyaman baginya selama beberapa
menit. Atau, anak diminta mengerjakan sesuatu yang kurang menyenangkan
baginya, misalnya membersihkan kamar mandi, menyapu, dilarang menonton
TV seharian, dll.
Namun hendaknya anak diberi peringatan sebelum hukuman dilaksanakan.
Jika hukuman badan tidak dapat dihindarkan, A.M. Cooke dalam bukunya
Family Medical Guide memberikan beberapa saran hukuman badan seperti apa
yang patut dilakukan:
- Memukul anak dengan menggunakan telapak tangan terbuka pada pantat, kaki, atau tangan.
- Hukuman diberikan cukup satu kali sehari.
- Jangan memberikan hukuman badan pada anak yang berusia kurang dari 1 tahun.
- Sedapat mungkin hindari hukuman pada saat orang tua sedang pada puncak emosi.
- Hukuman diberikan singkat dan sungguh-sungguh, segera setelah kesalahan dilakukan
mari mulai sekarang kita berusaha menjadi orang tua yang dapat mendisplinkan anak dengan kasih sayang.
artikel baru dari nakita siapa tahu berguna untuk para ortu untuk mengetahui kepribadian N minat anak-anak kita.
ARTI/MAKNA DARI SKETSA ATAU GAMBAR CORETAN SERTA STIMULASI YANG DAPAT DIBERIKAN PADA ANAK
DOMINAN BULAT/LINGKARAN
Arti/makna:
Kondisi emosionalnya stabil karena penuh cinta, kasih sayang, dan perhatian. Karakternya pun penuh kasih sayang, cinta, suka memberi perhatian, sensitive, dapat melakukan interaksi sosial dengan baik dan lainnya. Minat akan kasih sayang merupakan kebutuhan terbesar bagi dirinya. Cinta merupakan unsure penting dalam kehidupan si anak.
Minat dan bakatnya berhubungan dengan profesi-profesi kesosialan seperti guru, psikolog, aktivis social dan lainnya.
Mengharamkan permusuhan dan cenderung menjauhi sifat agresif, karena dia selalu mencari kedamaian, kasih sayang dan persetujuan. Jika boleh diartikan secara kasar, anak-anak seperti ini lebih suka bermain daripada berkeloahi, selain cenderung menghindari konflik
Merupakan pribadi yang tertutup. Baginya orang tua adalah segalanya, saat mengambil keputusan bagaimana orang tuanya saja.
Stimulasi:
Berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Tingkatkan pemberian kasih sayang, perhatian, attachment, bonding, dan lainnya. Luangkan waktu bersama untuk bermain. Disaat sibuk sempatkan untuk berkomunikasi dengan anak entah lewat, sms,chatingan dan lain-lain. Terhadap lingkungan perbanyak interaksi social, meningkatkan kepedulian dengan menyumbang fakir miskin dan lainnya.
Usahakan untuk berada ditangan guru yang bisa mendidik secara individual sesuai dengan karakternya.
Lakukan pendekatan lebih personal, penuh dengan kelembutan, juga perhatian. Misal, saat bersamanya kita perlu menyapanya “Halo sayang…mewarnai yuk,” sambil membelai rambutnya.
Hindari kata maupun siakp yang dapat melukai persaannya, karena individu dalam ranah ini cenderung sensitive.
Ajari anak memilih dan mengambil keputusan, missal degan meminta anak memilih baju yang akan digunakan untuk pesta ulang tahun dan lain-lain.
2.DOMINAN SEGITIGA
Arti/makna:
Anak sedang labil,marah, kecewa, sehingga butuh perhatian lebih dalam. Jika emosionalnya stabil namun polanya tetap demikian, mungkin karakternya konsisten, suka mengeksplorasi hal-hal baru, suka mendominasi pembicaraan. Kebutuhan akan kekuasaan merupakan hal tebesar dalam dirinya. Biasanya karakter seperti ini punyab kemampuan memimpin yang bagus, cocok menjadi ketua kelas, kepala regu, pemimpin kelompok dan lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin bila diasah dengan baik,anak bisa menjadi pemimpin perusahaan, pejabat, bahkan pemimpin Negara.
Memiliki ketajaman berfikir dan pandangan yang kuat, bentuk meruncing dapat mendorong dan melepaskan energi yang lebih besar daripada bentuk yang lainnya. Jadi individu ini kerap berupaya menghasilkan pemecahan masalah secara cepat dan berorientasi pada tindakan. Semangatnya luar biasa untuk meraih prestasi, sehingga ia merupakan pemikir independent, dan sering sekali menolak untuk ditempatkan di bawah orang lain.
Sisi negatifnya, dia kerap tidak mau menerima b masukan dari oorang lain, suka memaksa keinginan sendiri, selain juga sulit menjadi pengikut (follower).
Stimulasi:
Jika ia mengalami masalah emosi, coba gali lebih dalam, apa yang menjadi penyebabnya. Bahas dan diskusikan bersama, lalu tangani sesuai dengan akar penyebabnya.
Minta anak membantu pekerjaan rumah tangga, beri kesempatan anak menjadi ketua kelas, dan lain-lain. Ingat, anak menyukai tanggung jawab dan menjadi orang yang dibutuhkan. Setelah ini didapat, apa-apa yang diberikan padanya akan jauh lebih mudah.
Karena anak tidak mau didominasi, tidak mau mendengarkan orang, maka guru dan orang tua perlu memberikan keleluasaan padanya untuk eksplorasi. Selain secara bertahap, minta anak agar mau dipimpin atau diatur. Tentu caranya dengan tidak menggurui and menyinggung, tapi secara halus.
3.DOMINAN KOTAK
Arti/Makna:
Saat itu ia mungkin sedang marah atau kesal namn tingkatannya lebih rendah dibandingkan segitiga.
Dari segi karakter, ia cenderung perfeksionis, konsisten melakukan sesuatu dengan perencanaan matang, memiliki daya nalar yang bagus, suka olahraga dan lainnya.
Negatifnya, karena terlalu direncanakan dan dipikirkan, terkdang apa yang dilakukannya sangat lambat. Keinginannya yang harus sempurna terkadang tidak seimbang dengan keinginan anak lain yang karakternya easy going.
Merupakan individu yang termotivasi dengan keamanan, suka bekerja dengan tangannya sendiri, dan memiliki pemikiran yang cenderung berkembang pada berbagai hal. Singkatnya mereka ini orang-orang yang penuh inovasi. Selain juga terbiasa berfikir secara logis, praktis dan merupakan individu yang dapat diandalkan. Tata tertib dan disiplin adalah hal penting bagi mereka. Cenderung lebih praktis dengan menyukai hal-hal bersifat teknis.
Stimulasi:
Anak butuh pendekatan dan penjelasan sedikit untuk mengatasi emosionalnya itu. Cari tahu akare permasalahannya dan atasi bersama-sama. Tingkatkan kemampuan otak anak dengan memberinya mainan yang butuhberfikir seperti rubric, pasel, mainan peningkat IQ, sorting blok, mengikutkan mereka dalam lomba sains dan lainnya. Kita juga bisa ajak dia untuk membereskan dan mengelompokkan benda-benda atau mainannya dalam wadah atau lemarinya.
Untuk fisiknya, ajak anak berolahraga atau masukkan ia diklub olahraga.
Saat memberikan stimulasi, kita harus ekstrasabar. Berikan penjelasan sekaligus dengan urut-urutannya secara jelas dan detail, “sekarang mewarnai dulu ya. Setelah selesai, gunting hasilnya dan templediguci ini, lalu hias gucinya.” Anak tipe ini akan berjalan sesuai alur tersebut dan dia akan melakukannya secra detail satu per satu, baru pindah ke hal lainnya.
4. CORETAN CAMPURAN DAN DOMINAN MELENGKUNG-LENGKUNG
Arti/ Makna:
Jika coretan anak bercampur baur, ada bulatan, segitiga, segiempat, namun didominasi garis melengkung-lengkung, berarti anak butuh kebebasan dan eksplorasi diri.
Dari sisi karakter biasanya ia kreatif, mencintai seni, suka mengekspresikan sesuatu lebih terbuka, mencoba hal-hal baru, ekspresionis, dan lainnya.
Sayangnya biasanya ia sulit diatur, keras kepala, semaunya sendiri, dan lainnya.
Imajinasi merupakan motivasi utama dalam dirinya. Mereka adalah orang-orang yang tidak suka rutinitas, kurang peduli terhadap ketepatan waktu, protokoler, dan keseragaman. Mereka memiliki kebutuhan untuk mencipta (innovator). Anak mempunyai jiwa seni yang tinggi.
Umumnya ia adalah anak yang superunik dan jiwa seninya yang tinggi, cenderung berfikir out of the box. Gagasannya sangat kreatif dan sulit di duga, berbeda dari orang kebanyakan.
Stimulasi:
Salurkan daya kratifitasnya dengan cara membuat prakarya, ikut lomba kesenian seperti menggambar, menyanyi, maupun menari supaya lebih percaya diri dan lainnya.
Memasukkan anak kesekolah atau kursus seni. Semua sekolah seni boleh kita coba. Mulai melukis, membuat aneka kerajinan, bermain alat musik, menyanyi, dan menari. Nanti dengan sendirinya anak akan menemukan minatnya dimana.
Supaya kepercayaan dirinya terdongkrak, sering-seringlah ajak anak ikut lomba, karena seringkali anak ini berkarya hanya untuk dinikmati sendiri atau dinikmati orang-orang terdekatnya saja.
Buat aturan yang jelas beserta hukuman dan ganjarannya.terapkan dengan konsisten. Dengan begitu, kedisiplinan anak dapat meningkat.